Ekspedisi Gede – Pangrango

Akhirnyaa, setelah lama keinginan untuk mendaki gunung Gede – Pangrango (Gepang) tertunda, baru kemarin tanggal 16-22 Mei 2007 aku membayar keinginan dan mimpiku untuk bisa menjelajah dan mengakrabi Gepang bisa aku lunasi. Bersama tim Chevent dan ditemani beberapa teman dari mapala tetangga petualangan menelusuri rimbunnya Gepang bisa terlaksana dan berhasil. Adapun anggota tim pendakian Gepang yaitu TR@ju &Lia (Chevent – Smg), Arex (Kompass – Smg), Kopral (Palmater - Jkt), Zabo (Archeopteryx – Jkt).

 Rabu 16 Mei

Rabu jam 4 sore aku baru selese packing dan langsung meluncur ke base camp Kompass, mapala Unisbank bwt ngumpul dan checking akhir. Sehabis maghrib rombongan di antar pake motor oleh temen2 Kompass ke stasiun poncol, bwt naik kereta ekonomi ‘Tawang Jaya” jurusan Semarang-Jakarta. Jam 7 malam akhirnya aku berangkat menggunakan kereta sampah ekonomi yang keadaannya mengenaskan.

Kamis 17 Mei

Pagi-pagi picek buta, tim tiba di Jakarta dengan badan pegel-pegel semua(efek kereta ekonomi) dan langsung naik metromini menuju base camp Palmater STIMIK Indonesia, Grogol. Nyampe di base camp, tim disambut beberapa teman dari Palmater yang masih kiyep2 matanya karena baru bangun dan kita langsung kenalan (tapi serasa sudah kenal lama) kemudian kita melanjutkan istirahat (tidur) yang setidaknya lebih nyaman daripada di kereta tadi. Sampe siang kita disambut dan dilayani selayaknya tamu penting oleh rekan-rekan Palmater. Baru setelah duhur rombongan yang terdiri dari 5 orang itu berangkat ke Cibodas(pos pendakian Gepang). Perjalan menuju Cibodas lewat jalur puncak sangat melelahkan, perjalanan yang biasanya dari jakarta hanya satu jam molor menjadi 3 jam, karena macet, yaa biasalah jalur puncak kalo hari libur mesti macet, apalagi waktu itu pas long weekend. Nyampe Cibodas sekitar jam 10 malem, langsung mencari kang Asep, calo ranger TN Gepang, tapi ternyata kang asepnya lagi pergi, untung di sebelah kantor kang asep ada kedai kopi Cantighi, milik kang Rizal salah seorang wartawan nasional senior dan rombongan kita dipersilahkan istirahat di kedai kopinya itu dan diputerin film “Vertical Limit”pula, keramahan khas sunda bangetlah. Dan akhirnya kita tidur di kedai kopinya kang Rizal itu sampe pagi.

 

Jumat 18 Mei

Jumat pagi diantara hawa sejuk Cibodas aku terbanguan dan kemuadian melakukan aktivitas pagi seperti yang biasa aku lakukan di rumah. Agak siang sedikit kita ketemu kang Asep dan surat ijin pendakian dan tiket masuk TN Gepang sudah siap dan kita langsung berangkat dengan rencana makan pagi menjelang siang di perjalanan saja. Jalur pendakian yang kita pilih adalah jalur Gunung Putri, yang artinya kita harus turun dari Cibodas dulu kemudain naik lagi ke Gunung Putri dengan menyarter angkutan umum. Turun dari angkutan, Arek temen dari Kompass berinisiatif membeli sayur-sayuran, beras, ikan asin dan bumbu alakadarnya dan kemudian tim langsung berangkat ke pos pemerksaan tiket dan surat ijin pendakian. setelah semuanya beres, kita langsung berangkat melanjutkan perjalanan. Sampe di pos bayangan (sebelum pos satu) di deket sungai kecil, setelah berjalan dengan trek yang cukup membuat ngos-ngosan, beban di pundak yg lumayan berat dan perut mulai miscall-miscall minta diisi, kita akhirnya memutuskan makan pagi menjelang siang itu dengan memasak bekal yang kita bawa dari bawah. Jam 3 sore karena perut sudah minta diisi lagi, yaa kita masak dan makan lagi deh.Sekitar jam 8 malam, kita nyampe di Alun-alun Surya Kencana, setelah melewati 6 pos pendakian(shelter) dan beberapa pos bayangan dan kita memang berencana ngecamp bermalam di situ. Dengan menggunakan tenda dome yang muat sektar 5-7 orang itu, kita beristirahat dan makan malam di dalam tenda. Makan malam berlangsung cukup akrab dan hangat, Zabo rekan dari Archeopteryx menerapkan aturan makan yang biasa ia lakukan di Mapalanya, dengan satu sendok muter kita menunggu giliran makan, masing2 satu sendok nasi dan satu sendok lauk, terus sampe semua nasi dan lauknya habis dengan semboyan “mundur adalah penghianat”. Setelah kenyang, mata ngantuk dan badan pegel2 minta istirahat aku tidur di tenda dengan pelukan hangat sleeping bag.

Sabtu 19 mei

Bangun kesiangan karena hawa dingin pake banget yang menusuk sampe tulang hingga enggan rasanya bwt bangun dan keluar darei tenda. Setelah memantapkan hati untuk keluar tenda kemudian langsung ke mata air bwt sedikit membesihkan diri dan mencuci peralatan makan serta mengambil air bwt masak pagi dan bekal perjalanan nanti.

Suasana Alun-alun Suryakencana di pagi hari

Setelah makan pagi dan menyalurkan bakat narsisku dengan berfoto-foto dan beraksi di handycam yang di bawa tim akhirnya melanjutakan perjalanan ke puncak. Perjalan ke puncak gunung Gede dari Surken memakan waktu sekitar satu setengah jam dengan jalur full trek tanpa jalur landai apalagi menurun. sampai di puncak rasa syukur, bangga dan senang muncul seketika, perjualangan dan perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Tidak lupa aku mengambil gambar kenang-kenangan dan bwt nyalurin hasrat narsis kalo foto-foto. Setelah istirahat dan ngemil sebentar tim lalu melanjutkan perjalanan turun ke pos Kandang Badak untuk ngecam dan persiapan ke puncak Pangrango esok harinya. Kembali masih dengan tenda dan sleeping bag yang setia melindungiku dari hawa dingin gunung, aku tidur setelah sebelumnya makan malam romatis bersama setim dengan menyalakan lilin dalam tenda.

 

Baju kebesaran Loenpia berkibar di puncak gn. Gede

Minggu 20 Mei

Minggu pagi waktu pos Kandang Badak, seperti biasanya sehabis tidur langsung mencari sumber air bwt aktifitas rutin di pagi hari. Sarapan pagi adalah wajib saat mau melanjutkan perjalanan. Aku, Lia, Arex dan Zabo melanjutkan ke puncak Pangrango, sedangkan Kopral nunggu di tenda(pos kandang Badak), karena Kopral sudah sering bolak-balik ke Gepang ini, dia rela ngga ikut ke puncak Pangrango, apalagi dari puncak Pangrango nantinya harus turun ke pos Kandang Badak lagi, daripada harus bolak-balik bawa beban, mendingan salah satu ditinggal ditenda bwt jaga barang2 bawaan dan masakin makan siang. Perjalanan ke puncak Pangrango dari pos Kandang Badak cukup melelahkan, walaupun tanpa beban yg berarti(kita hanya bawa air dan snack), tapi jalurnya yang lumayan ekstrim dengan trek basah dan banyak pohon tumbang di jalur yang dilewati,cukup membuat keringat keluar dan napas ngos-ngosan. Setelah 2 jam perjalanan, sampai juga di puncak Pangrango yang ada tugu dan shelter yang sudah rusak itu. Turun sedikit dari puncak pangrango, sampailah di Lembah Mandalawangi tempat syuting Soe Hok Gie itu.

Aku, Lia&Arex(Tim Semarang) di Lembah Mandalawangi

normal”>Setelah turun dari puncak trus nyampe di pos Kandang Badak lagi, makanan sudah tersedia hasil masakan super seff Kopral yang memaskkan kami makan siang. Habis makan karena kecapain dan hujanrintik2 tiba-tiba datang,kita sepakat istirahat dulusambil nunggu hujan agak reda. Baru jam 5 sore setelah packing dan bersih-bersih tempat ngecamp, kita melanjutkan perjalanan turun menuju Cibodas. Perjalana turun dari pos Kandang Badak ke Cibodas seharusnya perjalanan yang menyenangkan, karena kita akan melalui beberapa objek yang cukup menarik, diantaranya: air terjun Cibeurem, air panas, telaga warna dan jalur pengamatan burung, tapi kerena kemaleman, kita jadi ngga bisa menikmati objek2 itu dengan puas. Apalagi ditengah-tengah perjalanan turun, kita ketemu rombongan dari Matraman(Jkt) yang slah satu anggota timnya drop dan ada yang bilang kalo dia kemasukan gt, ga tau deh dan kita nolongin mereka dan yang pasti timku jadi nyampe di Cibodas jam 1 pagi padahal perjalanan normal dari pos Kandang Badak ke Cibodas biasnya 4 jam doang. Sampe di Cibodas langsung cari warung makan dan kita ikut tidur di situ.

Senin 21 Mei

Bangun tidur badan terasa pegel2 semua, setelah gantian ke kamar mandi aku, Lia dan Arex yang dari Semarang cuci mata keluar dari warung bwt jalan2 di Cibodas, skalian nyari oleh-oleh. Setelah semua beres termasuk makan pagi (mahal banged makanannya!), perjalanan dilanjutkan dari Cibodas menuju Jakarta, menuju ke basecamp Palmater lagi. Seperti pas datang dari Semarang, kita kembali di jamu dan dimanjakan di Palmater, keakraban khas Pecinta Alam. Jam 9 malam tim Semarang diantar ke stasiun Senen, kembali ke kota Loenpia tercinta, lagi2 dengan kereta ekonomi Tawang Jaya, mengenaskan!!

Selasa 22 Mei

Nyampe di Semarang dengan selamat!

Terimakasih bwt semua pihak yang membantu terlaksananya Ekspedisi ini, terutama bwt Je t’aime bwt ijin&carenya, bwt Chevent, Kompass, Palmater, Archeopterix dan semua pihak yang tidak disebutkan tapi sangat membantu kami.

Dokumentasi kegiatan bisa di lihat di http://chevent.wordpress.com/

39 Tanggapan

  1. terimakasih atas keadaan yang memaksaku untuk mengkhawatirkanmu…
    smoga dgn berjalannya waktu, a bs bljr mencintai apa yg ms suka, sperti proses bljr yg a lakukan pd ms…
    tp sungguh, a g maksa ms bwt suka junkfood..

  2. wong gunung naik gunung

  3. selamat..selamat…
    makan2!!

  4. hikssss, jadi keinget masa lalu :(
    **pengen naik gunung lagi nehhhh, upsssttt masih kuat ga ya hehehe

  5. pengennnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!
    jigur!
    kapan andong nih ya?!

  6. Asyik kemping terus sepanjang hari……

  7. wah, keren. sip…sip…btw, aku selalu kagum sama para pendaki gunung yang bisa bawa carrier segede gambreng, plus mendakinya…hih….pernah ngerasain naik turun kereta dan ferry bawa carrier 20 liter aja udah setengah mati…dan langsung kurus dalam waktu 10 hari, huehehehe….(kurusnya sih bersyukur)…

  8. ju aku protes ! aku khan minjemin berbagai mountain equipment , bisane anamku gak disebut??
    btw mo balikin kapan tuh barang2? sewanya tambah mahal loh ( gak nyadar toh ada sewanya? )

  9. hahahaha..

    jadi teringat CofeeMix rasa AYAM BAWANG..

    heheh..

    Gede Pangrango??

    PENGEENN!!

    ntar deh kalo dah lulus.. :D

  10. Salam Lestari

    Kapan ya saya bisa ke Gunung Gede?????

  11. Loh ju, baju Loenpiane kowe tinggal ning Gunung?

  12. Wuah seru ya…aku yg orang bogor aza ga pernah ke Gepang..tapi kalo gunung putri seh sering(itu nama kecamatan kan ya) ..heheh ada orang terkasih *ups itu dulu*

  13. buset pake ekonomi yah…emang anak PA pada tahan banting hehe~

  14. heh ehe h wong gunung naik gunung gede dechh… kakinya

  15. wah jadi pengen naek lagi ke sana nih… trus nggasak edelweiss se plastik besar….
    wakakakakakka.

  16. keren ju…!!!
    tapi,foto2nya kok ga ijo royo2..???

    hehhehe

    nice post.!!!!

  17. weew… asik..
    udah lama ga traveling.. :(

  18. wah hebat oy,selamat ya.emang deh mas traju pecinta alam sejati hehe…kapan2 ajak ak dunk…

  19. hahaha enak kan tapi lebih enak naik gunung yang mana nya yahhh

  20. waaaaaww good view keren bgt…hebatlah coba ada pintu ajaib pengen dech ksana hehee

  21. edelweis,mau ikut ekspedisi carten?

  22. bbb

  23. boleh tuh, a jd pengin gmn yaaaa..

  24. Mr. Camp “Rental tenda dome & alat2 camping/ berkemah “.
    Salam kenal dan mohon maaf mengganggu
    Mdh2an informasi ini bermanfaat buat Bapak/ibu dan rekan-rekan semua. Demi untuk menjunjang dan mendukung kelancaran acara di alam terbuka seperti pendidikan, pelatihan, camping, refreshing, gathering, dll, Kami ” Mr.Camp” menyewakan tenda dome & alat-alat camping/ berkemah seperti tenda dome, tenda pramuka, sleeping bag, dll. Lokasi kami di tapos-ciawi-bogor, jln. Balai penelitan ternak Tapos-ciawi-bogor, no.tlp. 0251 910 8201, (022) 2035640, fax 022 2039687 atau Gojin 08151 9696 749, Arnold 0817 230 8338.
    Terima kasih

  25. dah pda tao lom da gunung yang namanya gunung simping????
    nah mezti lom kan??
    klo para anggota cHevent bisa ndaki tu gunung,dijamin dech kalian dapat rekor,coz pemduduk asli nya juga pada ga bisa ndaki tu gunung,,so gmana/??penasaran??
    Nech gw kasih tw temptnya,
    tempatnya tu di cilacap,,gwa tantangin lo pade,siapa cepet dia dapet…

  26. Salam kenal, untuk mengetahui tempat rental tenda, tenda dome & alat-alat camping/ outdoor,
    kelik aja mrcamp.net atau tendaku.net. thx ya.

  27. wa……….seru yah ke Gede,,mu lagi ga??
    kampus gw mu ngadain pendakian kartini niyh ke TNGP

  28. gillllllllllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnn beEeEeUuuuuUUUUuuud

  29. saalm lestari buat gede pangrago

  30. mau dong klo ada yang mo kegepang. ajakin yaaa.

  31. iiiiiiii!!!!!seru banget gak kan terlupakan deh.pa lagi waktu di alun” surya kencana,keren abizz

  32. enak ya bisa berada di Surya Kencana…
    bTw kamu anak Palmater ya…..

  33. Mas n mbak pencinta alam cobain deh! lewat jalur Selabintana – Sukabumi, tantangannya lebih seru!

    Salam untuk semu pencinta Alam.

  34. Aduh…. jadi ngiri, tanggal 29 Desember 2008 kemaren tmn2 daki gunung gede pangrango,

    Pengen bgt dech ikut, cuma aku lagi sakit…… BT dech gak boleh ikut !!!!!

    doain ya… lain kali bisa ikut…

  35. pengen nih…

  36. salam rimba! lam knl aq jg kmrn bru plang dri tnggp cpe bgt nech,..

  37. wow! its a great thing!!!
    kpan yah bs ksana? t.t

  38. emang kalo k gede g pernah puas..

Tinggalkan Balasan