“karena kita hanya punya satu bumi”

Bibit Mangrove

(kaya logo lomba blog ya?)

“karena kita hanya punya satu bumi” slogan itu kayanya harus di ingat dan dipahami oleh segenap penghuni muka bumi ini. Yaa…kita hanya punya satu bumi, makannya mari kita jaga dan lestarikan bumi kita yg sudah renta ini. Bumi yg sudah reyot ini masih harus menanggung keserakahan manusia dg segala ambisinya. kasus illegal logging, pembalakan liar, pembakaran hutan, limbah berbahaya, asap gas buang beracun, efek rumah kaca seperti peluru yg keluar dari senapan mesin AK-47 yg terus membombardir dan mengahncurkan bumi ini. Kasus2 itu akan menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan bisa meluluhlantakkan apa saja, tak terkecuali sebongkah kepongahan manusia.

Banjir, tsunami, gempa bumi, gunung meletus, bahkan banjir lumpur yg tak kunjung reda, mungkin pertanda bumi ini sudah muak dg tingkah manusia.Apa Tuhan pun sudah marah pada umatnya karena manusia tidak bisa menjaga dan menggunakan bumi dg bijaksana ??! Semarang, kota tempat aq mencari ilmu dan pendewasaan diri adalah kota banjir, daerah Tugu terkena abrasi shg terbentuk pulau baru di tepi lautnya yang dinamakan oleh penduduk setempat dg sebuatan ‘pulau Tirang’.

Dengan niatan ingin ikut berpartisipasi melestarikan bumi dan menyumbangkan sedikit tenaga yg aq punya untuk membuat bumi kita ‘tersenyum’ kembali, pada hari Selasa Kemarin aq ikut acara penanaman Mangrove di adakan oleh Bapedal bekerjasama dg Karang Taruna di sekitar desa Tapak Tugurejo. Bersama pasukan loenpia.net aq ikut dalam rombongan penanam Mangrove itu.

Perjalanan menuju tempat penanaman cukup menyenangkan, dengan armada perahu mesin kecil, rombongan loenpia di berangkatkan menuju medan laga. Apalagi ternyata dlm rombongan itu ikut 2 oaang bule dr Belanda yg namanya Jessica &Ellen. Pemandangannya pun cukup lumayan, ada hutan bakau, hamparan tambak, laut yg luas dan beberapa para petani tambak sedang memanen tambaknya.

Setelah semu rombongan mendarat di pulau Tirang, cara selanjutanya adalah penanaman Mangrove, yg sebelumnya dijelaskan lebih dl seluk beluk dan cara penanaman mangrove oleh korlap acara, ms Rofik.

baris untuk selamatkan bumi

piss jessi&ellen

Di sela2 penanaman,aq mencoba bersosialisasi dg 2 bule dr Belanda, Ellen&Jessica. Yahh walaupun banyak yg iri dan ngiler melihat keakraban diantara kita–kekekeke– dan juga kendala bahasa, tak menyurutkan 3 orang dr 2 bangsa itu untuk saling mengenal.

 Thanks jessy&ellen for u’r times to spend with me (bener po ra?)

Rice Cat Party

Sabtu,12 November 06…Loenpia.net pny gawe,yaitu kopdar untuk pertamakalinya sehabis lebaran. Tujuan utamnya yaitu halal bi halal, saling bermaafan dan melepas kangen?…slain itu juga dlm rangka membahas agenda2 loenpia terdekat ini, seperti penanaman mangrove, diskusi dg KDW, lomba blog, pelatihan di semesta&depag, trus juga seharusnya ada pembagian seragam loenpia, tp karena ada human error jdnya di undur tuh pembagian seragamnya.

Yang unik dalam kopdar kali ini adalah adanya ” Rice Cat Party” yang diadakan scr spontan, dengan mengumpulkan uang kemudian di beliakan makanan. Ternyata ms fian&ms Jibhan yg membeli makanan itu, memilihRice Cat=nasi kucingan sbg menu utama dg air putih dingin sbg minumannya. Waahh sedep banget tuh makan nasi kucing bareng2 di alun2 Simpang Lima. Alakadarnya sih..tapi dg kebersamaan itu, Rice Cat Party menjadi lebih bermakna. Ini jd kopdar ter-unik halal bihalal plus “Rice Cat Party”.

extreme halal bi halal

Sudah 2 tahun berturut-turut ini anak2 alumnus PASMA(Pecinta Alam SMA 1 Slawi) tiap lebaran slalu ngumpul di rumahku, slain ngumpul2, sharing, tuker pengalaman&informasi kita melakukan ‘extreme halal bi halal’ untuk mengenang masa-masa SMA dulu. Habis dari rumahku biasanya “Maharani Sringkah Team” menyalurkan hobby nya, niy dia dokumentasinya:

tower telkom Bumijawa

tuu puncaknya Baca lebih lanjut

Gugur Yang Tak Lebur

 

Sudah menjadi tradisi, kalau selepas sholat iedul fitri masyarakat saling bersalaman dan meminta maaf. Tragis tapi indah. Tragis karena hal yang selayaknya bukan sekedar tradisi indah skarang sudah mulai dilupakan. Indah, setidaknya…masih ada juga masyarakat yang menyuburkan tradisi silaturahim itu.

Namun, disisi lain daerah kita. Pantasnya kita berucap istighfar atau bertasbih ya??? Ketika justru pagi melaksanakan ritual shalat ied dan bermaaf-maafan, kemudian merayakan dengan minuman keras nyampe teler. Trus..lokalisasi dibuka lagi…trus…dll. MENANG, sebenarnya makna Semoga kita mencapai kemenangan yang sering digaungkan itu menang dari apa??? Gugur dari Kewajiban….

Baca lebih lanjut