Masjid Kauman, Riawayatmu Kini

Masjid Agung Semarang (MAS), atau yang sering disebut juga Masjid Kauman, merupakan slah satu masjid tertua yang ada di Jawa. Letak masjid ini yaitu berada di sebelah pasar Johar Semarang (pokoknya kalo tau pasar Johar berarti tau masjid ini). Dari jalan utama memang masjid ini kurang kelihatan, mungkin hanya terlihat menaranya saja yang menjulang tinggi, karena di sekitar masjid itu banyak sekali toko, pedagang kaki lima, tukang becak, angkot dan masih banyak lagi orang yang menggunakan sekitar masjid itu untuk kepentingannya sendiri. Untuk mencapai masjid cukup mudah,kalo dari arah Tugu Muda langsung belok kanan di perempatan pasar Johar dan sebaliknya kalo dari arah Kota Lama belok kiri menuju arah Masjid Kauman.prasasti

Bukti sahih umur dari masjid Kauman ini yang sudah sangat tua yaitu adanya prasasti di gerbang masuk masjid bertuliskan bahasa Belanda (menurutku), tapi yang jelas terbaca yaitu ada tulisan tahu 1750 atau abad 17-an. Prasasti itu sendiri diukir diatas batu yang kemudian di satukan(ditanam) di tembok gerbang masjid, tulisannya pun masih sangat jelas terbaca walaupun sudah usang dimakan usia. Hal ini sangat menarik karena bila dianalisis kemungkinan masjid ini adalah masjid besar dizamannya, yang banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah, bahkan dari luar negri, hal itu menandakan kalau dulu Semarang adalah kota besar dan kota pelabuhan yang cukup maju. Pusat kota Semarang sendiri dulunya adalah di kawasan Kota Lama.

dalam masjiddepanmasjidWalaupun usianya sudah lebih dari 3 abad tapi Masjid Kauman masih nampak kokoh dan terawat. Di dalam masjid terdapat beberapa tiang beton raksasa sebagai penopang atap masjid, dengan penambahan aksesoris masjid seperti jam, tulisan arab dan mimbar khotbah yang terbuat dari ukiran kayu jati, masjid ini masih nampak cantik. Apalagi dengan ditambah kipas angin dan karpet tebal, membuat suasana ibadah lebih nyaman dan khusyuk. Lantai masjid terbuat dari batu marmer halus yang kuat dan tidak dingin seperti lantai keramik. Tampak dari luarpun di usianya yang sudah cukup uzur, masjid Kauman masih nampak megah, walaupun sudah banyak renovasi dilakukan. Catnya pun sudah sering sekali diganti, dan sekarang ini di dominasi oleh warna biru muda dan kuning krem, yang terlihat segar bila dipandang mata.

dari atas

Yang kurang mendukung keindahan dari masjid Kauman sekarang ini yaitu, banyaknya toko, pedagang, angkot, becak, lalulintas semrawut dan parkir yang tidak terarur di sekitar masjid. Halaman masjid yang sedianya dijadikan lahan parkir atau taman penyejuk mata, sudah beralih fungsi menjadi lahan bisnis bagi segelintir orang. Tidak adakah upaya dari Pemkot untuk menertibkan keadaan di depan masjid, misalnya dengan mengumpulkan pedagang kaki lima dan asongan dalam satu blok di dalam pasar Johar yang memang fungsinya sebagai lahan bisnis??! Jalur angkotpun dialihkan jangan lagi masuk ke kawasan depan masjid, agar lalulintas tidak semrawu, sehingga lahan parkir untuk para jemaah yang akan beribadah di masjid ini lebih luas.

Iklan

12 thoughts on “Masjid Kauman, Riawayatmu Kini

  1. wah sip, aku dulu pernah penelitian tentang masjid itu waktu smp. hehehe
    tapi belum prnah naik ke menaranya ik..

    btw, Ju kok jarang nongol di milis sekarang?
    we miss you!!!

    .:dg body segitu kaya’e ga sah coba2 naek tu menara, gau usah!

  2. Senang dapat memperoleh akses tentang Mesjid Kauman Semarang [1750] karena memang sedang melakukan penelitian tentang riwayat Kauman di Nusantara. Sementara ini telah ditemukan Kauman di beberapa kota di Jawa Tengah. Wassalam

  3. salam kenal, aku mahasiswa matematik Undip. lagi buat skripsi berkaitan dengan kota lama semarang.. aku lagi butuh banget peta kota lama yang lengkap..dah browsing2 tapi gak nemu. Plizzz ya kalo bisa bantu tolong kirim di email aku.
    thanks be4

  4. menurut saya masjid Kauman secara keseluruhan sudah tidak begitu indah lagi krn nilai keasliannya sudah tidak terjaga dengan baik…hal yag paling sepele saja sudah ada peninggian pada bagian lantainya… memang sih itu gara2 banjir…dan rob. dan juga penambahan ruang2 baru dan perbaikan renovasi tidak dilakukan dengan memperhatikan nilai bangunan sebagai cagar budaya yg itu udh ada aturan dan undang2nya lo…jadi keaslian yang sbnrnya indah sudah tak tampak lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s