Pangandaran itu…(sebuah cerita sebelum gempa)

Satu kata untuk mengungkapkan pantai Pangandaran, yapp…eksotis!! Setidaknya itu kesanku saat aku dan temen-temen kampusku kesana untuk sekedar refresing dan jalan-jalan setelah jenuh bergelut dengan rutinitas yang bernama kuliah, apalagi aku terdampar kuliah di jurusan yang lumayan bikin rambut tambah kriting (emang udah kriting), jurusan Kimia dont try this. Sekitar dua minggu sebelum Gempa Bumi dan Tsunami Pangandaran (17 Juli 2006), aku membuktikan cerita temen-temenku, berita yang aku lihat, artikel yang aku baca tentang keindahan pantai Pangandaran, ngga salah betul-betul mak nyuusss!

Pantai Pangandaran terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis, menawarkan berbagai pesona alam yang begitu menawan,hamparan pasir putih, air laut yang kebiruan jernih dan indahnya pesona bawah laut akan menemani kita selama kita di pantai ini. Apalagi fasilitas pendukungnya pun sudah lumayan lengkap, di pantai Pangandaran kita bisa sekedar mandi atau berenang dilaut, bermain surfing, melihat keindahan bawah laut dengan snorkling atau diving, naik perahu wisata, bermain pasir, keliling bersepeda di tepi pantai, jet ski, bahkan melampiaskan bakat narsis berfoto ria. Kalo anda beruntung juga bisa ketemu bule bwt sekedar foto atau melatih ngomong in english anda.

Pasir putih, air biru, pohon hijau

Surfer jadi-jadian

My name is Tom, come from Australia(sok british)

Model yg banyak dicari para paparazi pemburu berita

Terkubur di pasir putih

 

Ini cerita dulu sebelum Gempa Bumi dan Tsunami Pangandaran (17 Juli 2006) yang meluluhlantakkan pantai itu, ngga tau sekarang seperti apa wajah Pangandaran pasca musibah, apakah masih secanti dulu atau sudah berubah??Mari bantu Pangandaran dengan Pariwisata!!

Tambah tua aja

14 Juni kemarin ulatahku yang ke sensor krasa tambah tua aja, yup!!semakin nambah umur jatah hidup kita semakin berkurang dan kita tidak akan bisa menolaknya. Banyak harapan, angan dan keinginan untuk kedepannya, menuju perbaikan dan pendewasaan diri tentunya. Doa dari temen-temen, keluarga, seranggaku dan semua orang di sekelilingku semoga menjadikan aku seperti yang mereka harapkan dan doa-doa itu menjadi pendorong buat aku selalu memperbaiki diri.

Ada yang berbeda di ultahku kali ini, sekarang ada seseorang yang menyayangiku, selalu setia mendampingi dan menemaniku untuk belajar menjalani hidup dan menjadi dewasa, thanks for all. Bwt keluarga, para tukang loenpia, temen kos, temen kelas, temen chevent terimakasih untuk doa dan saran2nya.

Baca lebih lanjut

3.500 untuk keliling Jakarta

Jakarta!!yang katanya kota metropolis, kota penuh impian, harapan dan kota yang kejam dan banyak lagi predikat yang disandang kota yang merupakan ibukota negara kita Republik Indonesia tercinta, yang sudah lama sekali aku kesana sewaktu masih masa-masa SPMB dulu *arrgghhh* sekarang rupanya sedang giat berbenah diri. Salah satu yang baru dari Jakarta adalah Transjakarta-Busway , armada transportasi yang digadang-gadang sebagai solusi masalah kemacetan yang sudah akut dan hampir sekarat. Hanya dengan Rp. 3.500,- kita sudah bisa berkeliling jakarta sa’ kemenge untuk sekedar jalan jalan atau memang biasa menggunakan jasa busway untuk aktifitas sehari-hari, tanpa harus bolak balik membayar tiket, cukup sekali pas masuk halte.

Saat kemarain aku melakukan pendakian gunung Gede-Pangrango, aku harus transit dulu ke kota yang sudah kelebihan jumlah penduduk itu. Sekembalinya turun gunung, hasrat mencicipi busway tak terkendali pengen segera aku salurkan, sebab berngkatnya ga bisa naik bus bergambar garuda itu. Biar dibilang basbang, katrok, ndeso atau apalah yang penting dah pernah naik busway, yang bilang pun belum tentu pernah naik busway hehehe naik busway aja bangga!. Padahal kemarin pas naik, buakannya seneng malah susah!!gimana engga susah dengan barang bawaan tas carrier dipunggung yang beratnya bikin pegel-pegel punggung selama 3 hari itu, trus harus lima kali ganti bis dari Kampung Rambutan ke Grogo, apalagi saat ngantri di halte pas jurusan yang dituju ramai peminatnya, fuiiihh cabe deh…!

 

Busway dimata tR@ju:

1. bisnya enak, nyaman, sejuk ngga kaya kebanyakan bus-bus umum di Jakarta yang lain.

2. dengan fasilitas dan sistim bayar sekali itu, Rp. 3.500,- menurutku harga yang murah.

3. busway ngga cocok untuk orang dengan barang bawaan berat (misal tas gunung segede gaban), dengan jarak jauh dan harus ganti bus beberapa kali, apalagi orangnya belum mandi lagi pengalaman pribadi

4. Perlu ditambah lagi koridor2 busway bila perlu seluruh Jakarta dan armada bisnya pun perlu diperbanyak lagi, biar puas..puas…

5. jalan ataupun jembatan penyebrangan menuju halte busaway membawa berkah juga bwt pedagang asongan, pengemis, anak jalanan.

6. haltenya panas, padahal sudah ada AC-nya