Postingan pertama dari Linux

Sebenarnya sudah agak lama sih mengenal Linux, yaa cuman sedikit tau aja ngga suka2 banget. Biasalah alesannya ngga bisa, ngga familiar, susah, ngga stabil (hehhe alesan yg dibuat-buat padahal aslinya males belajar). Sudah beberapa distro yang pernah aku nyoba install, nyoba live cdnya kaya ubuntu, suse, linux xp,igos dan kawan-kawan, tapi yaa itu masih ngerasa nyaman pake windows bajakan, yang emang dari aku tau komputer yaa liatnya windows itu. Perkenalanku dengan Linux yaa hanya itu-itu saja, install, nyoba live cd, koneksikan ke internet, liat fitur2 yang ada, mainin gamenya, yaa hanya sebatas itu. Padahal masih banyak lagi yang bisa dipelajari dan dimanfaatkan dari linux, tapi yaa itu om Bill Gates kayanya sudah mendoktrin otakku untuk menikmati windows-nya biarpun sebenarnya dia mungkin marah, kecewa atau merasa dirugikan karena os buatannya dibajak dimana-mana dan yang lebih parah versi bajakannya lebih laris manis dibanding versi originalnya.

Setelah kemarin pada hari Rabu tanggal 25 Juli 2007, mengikuti seminar Linux di Unissula yang diadakan oleh komunitas Linux setempat, dengan tema ‘Pemanfaatan Piranti Lunak Open Source untuk Pendidikan’, pikiranku mulai terbuka, keinginanku mulai tumbuh untuk menggunakan Linux dan FOSS(Free Open Source Software). Tujuan utamaku adalah ingin menambah ilmu tentang komputer, ngga sebatas di windows saja tapi juga di OS yang nota bene free itu, selain itu juga ingin mulai mencoba menggunakan OS dan software yang katanya khalalan toyyiban itu(legal untuk dibajak).

sulax

Inilah postingan pertamaku dari Linux, sulax fersi live cd tepatnya, buatan dari DOS Unissula, yaa walaupun masih sedikit sekali yang aku tau mengenai linux, tp setidanya inilah awal bagiu untuk mengenal, mencintai, mempelajari bahkan mungkin migrasi ke Linux dan FOSS. Aku sangat mengharap sekali bantuan dari temen2 semua yg sudah lama dan tau lebih dulu tentang Linux.

Iklan

Akhirnya…’sebuah awal menuju akhir’

Kamis 19 Juni 2007

Tergopoh-gopoh ke kantor jurusan kampusnya, seorang mahasiswa tingkat akhir dengan membawa map berisi setumpuk kertas yang lumayan tebel. Dicarinya dosen yang sudah janji ketemuan jam 10, setelah hari sebelumnya si mahasiswa gagal menemui pak dosen karena ngga dateng ke kampus, ada acara lain katanya. Setelah nyari ruang kerjanya dan mengubek-ngubek seisi ruangan jurusan, ehh ngga ketemu juga tuh pak dosen. Akhirnya dapet info juga kalo pak doksen lagi di Laboratorium, tanpa banyak babibu..langsung tancap gas Ferrari si mahasiswa ke Lab. Yapp ketemu juga tuh pak dosen yang emang sok super sibuk itu, si mahasiswa terlihat senyum lega tapi dengan raut muka kecut mengira-ngira apa yang mau dibantai dikritisi si bapak, karena teringat sudah berapakali menghadapi yang namanya bimbinganTA dengan hasil coretan-coretan revisi di proposalnya. ini dia percakapan singkat antara keduanya:

M: pagi pak…(sambil tersenyum sok manis, sok deket)

D: yaa ada apa?? 

M: anu..pa…nganu…(aslinya ngga kaya gini) mau bimbingan pak…

D: ohh, tinggal dulu proposalnya besok temuai aku di jurusan jam 8 pagi Baca lebih lanjut

Terbanglah Garudaku

Hmm.. tidak sia-sia, biar lagi meriyang plus besoknya ujian, tapi semalem tetep nonnton Ponaryo Astaman dkk bertanding dan ‘Garuda Menang’. Wahhh suatu kebanggan bwt seluruh masyarakat indonesia tentunya. Disaksikan, didukang dan didoakan lebih dari 70 rb pasang mata di stadion GBK dan berjuta pasang mana yang melihat dari depan layar televisi, akhirnya Indonesia mencatat kemenangan penting 2-1 atas Bahrain di grup D piala Asia, dilaga pembukaanya. Setelah sekian lama tim sepak bola kita tidak bisa membanggakan para penggilanya, dengan daya juang yang tinggi Timnas kita bisa menjawab keraguan bisa mengalahkan Bahrain yang diatas kertas lebih diunggulkan.

Ini kandang kita!! begitulah slogan yang di gaungkan para pendukung Timnas, untuk membangkitkan semangat pantang menyerah tim kesayangannya. Tak dipungkiri kalau dukungan dari penonton dan posisi sebagai tuan rumah bagaikan tim kita bermain dengan 12 pemain. Sora-sorai dari suporter yang tanpa henti memberi dukungan terbukti ampuh melecutkan daya juang darah Garuda-garuda punggawa timnas. Apalagi suporter timnas tidak lagi memakai atribut tim keaderahan yg berlaga di Liga Indonesia, tapi mereka bersatu dan bersama-sama mendukung Indonesia dengan smangat ‘Indonesia Unity‘. Kemenangan ini juga tak lepas dari kejelian pelatih(dan timnya), iming-hadiah,  serta doa&dukungan seluruh masyarakat Indonesia tentunya.

Ke depan tugas BP dkk makin berat, lawan yang akan dihadapi adalah tim kuat dengan tradisi juara(3 kali juara piala Asia) serta langganan Piala Dunia. Tapi hitungan diatas kertas bisa berbeda dengan keadaan dilapangan nantinya, berikan kami kemenangan atas Arab Saudi, seperti kau kalahkan Bahrai, Garudaku…Kami semua seluruh masyarakat indonesia akan mendukung dan mendoakanmu.

Terbanglah Garudaku, raih prestasi tertinggi, jadilah Juara!!!