Pilkada, Pilkadal dan Uang

Pilkada??kata-kata ini sering kita denger akhir-akhir ini. Dulu sebelum era reformasi ngga ada yang namanya Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah), baru berapa tahun ini santer diberitakan di penjuru indonesia kita tercinta ini. Dulu seorang kepala daerah dan wakilnya dipilih langsung oleh pemerintah pusat, sedangkan sekarang dengan adanya reformasi dan otonomi daerah kebijakan itu diganti dengan pemilahan kepala daerah secara langsung oleh rakyat.

Tujuan Pilkada langsung ini setahuku yaitu agar rakyat bisa bebas memilih pemimpin yang diinginkanya, kepentingan rakyat bisa diakomodir oleh pemimpin pilahannya, dan mencari pemimpin yang berkompeten untuk memimpin suatu daerah. Lhaa yang terjadi sekarang mungkin masih jauh dari cita-cita tujuan diadakannya Pilkada langsung itu, mengenaskan!!

Pilkada yang ada di Indonesia ini sekarang berubah menjadi Pilkadal!!yang aku artikan sebagai sebagai sarana untuk mengkadali rakyat oleh orang-orang yang punya ambisi dan kepentingan untuk meduduki jabatan basah didaerahnya itu.Praktik money politik dimana-mana, intimidasi, black campaign merajalela, hingga kerusuhan akibat pra dan pasca pilkada sepertinya bukan menjadi suatu hal yang aneh lagi. Sampai sesama sodara kandung harus beradu jotos bahkan saling bunuh karena beda pilihan dalam Pilkada, miris bukan??

Pilkada(l) adalah milik orang berduit, siapa yang menyiapkan dana yang lebih besar untuk memenangkanya menjadi orang nomor satu di daerahnya, dialah pemenang dalam Pilkada(l), itulah yang kebanyakan terjadi di negara kita ini. Partai yang seharusnya menjadi jalur seleksi untuk mendapatkan pemimpin yang kompeten dan didukung rakyat, sekarang juga masih kalah dengan kepentingan seseorang(berduit) dan golongannya, bukan lagi memihak kepentingan rakyat secara menyeluruh. Sehingga produk2 calon kontestan pilkada bukanlah orang yang terbaik yang seharusnya menempati kedudukan itu.

Banyak orang yang sudah malas, cuek bahkan antipati dengan yang namanya politik, termasuk pilkadal(l), menurutku itu ngga menyelesaikan masalah. Ajakan: pilahlah pemimpin terbaik dari yang buruk2 itu, golput tidak menyelesaikan masalah!!Kesadaran dan kedewasaan berpolitik bagi seluruh elemen bangsa ini merupakan cita-cita mulia yang harus dicapai demi terciptanya indonesia yang lebih baik.

Aku cinta Indonesia…!!!

Iklan