Sisi Lain Guci

Guci merupakan salah satu tujuan wisata utama di daerah Tegal dan sekitarnya. Keindahan panorama, pemandian air panas, hawa sejuk, dan suasna pedesaan merupakan daya tarik Guci yang bisa memikat ribuan pengunjung tiap tahunnya. Bahkan disaat libur Idulfitri, biasanya antrian jalan menuju/dari Guci hampir menyerupai jalan menuju ke Puncak pas long weekend.

Membludaknya kunjungan wisata ke Guci berimbas juga dengan membludaknya pendapatan asli dareah (PAD) kabupaten Tegal, karena Guci merupakan penyumbang PAD terbesar dari sektor wisata. Dampak positif dibidang ekonomi juga dirasakan oleh sebagain penduduk disekitar obyek wisata tersebut, tapi kebanyakan mereka bukanlah orang yang paling diuntungkan dengan ramainya Guci. Masyarakat sekitar biasanya hanya jadi pedagang kecil (sayur, maniasan, cindramata,makanan dll), ada yang jadi pegawai di villa, jadi tukang parkir, penyewaan kuda dan pekerjaan berpenghasilan kecil lainnya. Sedangkan yang paling banyak diuntungkan dari OW ini kebanyakan bukan orang asli daerah situ, orang berduit yang mau berinvestasi, seperti pemilik villa, hotel, kolam renang, tempat karaoke dll. Hanya sedikit sekali penduduk sekitar yang rumahnya dijadikan villa kecil-kecilan untuk disewakan, bahkan sebagian penduduk lain harus berjuang keras untuk bisa mendapatkan sedikit uang, seperti anak-anak ini. Beginilah gambaran sisi lain dari Guci, salah satu penyumbang PAD terbesar dibidang wisata tapi belum semua penduduk sekitar menikmati manisnya inadahnya Guci.

 

bocah penjual jagung bakar
Bocah penjual jagung bakar
bocah penjual aromanis
Bocah penjual kembang gula
bocah ojek payung+tiker
Bocah tukang ojek payung+tiker
bocah penjual minuman
Bocah penjual softdrink

 

Iklan

39 thoughts on “Sisi Lain Guci

  1. @ hars: itu namanya LONTEWANCENG (lontong, tempe, bakwan, cengis=lombok rawit)
    @starboard: biar ngga kacau gimana yaa kang?
    @ yogie: dinginnya seger, pengamen juga salah satu lapisan penduduk sekitar yg ingin mengais sedikit rezeki dari guci
    @arri: woii..jangan bilang2!!!
    @escoret: welkom…

  2. Jaman enyong cilik, guci esih Asri & alami. Tujuan utama ya air terjun & kolam anget.
    Adong ora gelem kluncur, bisa bercengkrama nang bukit sing ana hutan pinuse. Atawa nongkrong nang jembatan besi.
    Kuwe jaman durung ana bangunan Villa sekitar th 80-an. Saiki ora patia apik barang akeh bangunan, kemproh !

  3. Ju, nyong bada wingi maring Guci krn dijak kancaku, ya aku ora bisa mbandingna mbiyen karo saiki (terakhir mana thn 1991), berarti wis +-16 thn nyong nembe mana maning, suwe juga yah. Ya nasib wong sing scr ekonomi pas2an ya ngono Ju, makane diperlukna wong sing cerdik (kaya koen), jadi sekalipun ora nduwe modal nggo investasi nang Guci tp bisa nggawe usaha & mempekerjakan wong liya (silahkan dipikir dewek ya) bidang usaha apa sing bisa dikembangkan wong sekitare…………..
    salam seka Jkt

  4. Penginapan / Villa di Guci yang untuk retret dimana yah? yg bisa buat 20- 50 orang. murah ga ya? Outbond di Guci enaknya dimananya>? Ada air terjun ga c?

  5. waduh, seumur-umur sepanjang arep 20 tahun, aku nembe sekali maring Guci. kue be nembe wingi-wingi, kue be (maning) dijak kanca. sekalian, lagi dolan neng Tuwel. padahal aku bocah Balapulang. TRAGIZZZ!!!

  6. Waduh emang kacaw..
    q maring guci setaun sepisan padahal umahku asli bumijawa yah maklum lagi merantau menuntut ilmu karo nggole’i kebutuhan hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s