Nyusahin aja

emenev: ju suharto wis mati durung to?
traju oi oi: wis mau nembe wae
traju oi oi: aku mau di sms tomy
emenev: serius iki
traju oi oi: mbohh
traju oi oi: ra urusan, berita ko isine suharto kabeh
traju oi oi: ra mutu blas
emenev: iyo tv ku langsung tak jual
traju oi oi: mbayar utang?
emenev: ora, goro2 tv isine suharto tox, drpd mumet mending tak lego
traju oi oi: xixixi
emenev: suharto sehat opo sekarat tetep ae nyusahi
traju oi oi: jirut tenan kae wong
traju oi oi: mati kari mati marai wong susah
emenev: diposting ju
traju oi oi: kw tohh
traju oi oi: wartawan, sing repot gara2 sukarto
emenev: siap
emenev: wartawan sih enak entok be ita
emenev: lah kita2 yg susah setiap hari kon delok wajah diktaktor
traju oi oi: yoo kui mesake wartawan do turu ning dalan
emenev:
emenev: edan

Pilkada, Pilkadal dan Uang

Pilkada??kata-kata ini sering kita denger akhir-akhir ini. Dulu sebelum era reformasi ngga ada yang namanya Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah), baru berapa tahun ini santer diberitakan di penjuru indonesia kita tercinta ini. Dulu seorang kepala daerah dan wakilnya dipilih langsung oleh pemerintah pusat, sedangkan sekarang dengan adanya reformasi dan otonomi daerah kebijakan itu diganti dengan pemilahan kepala daerah secara langsung oleh rakyat.

Tujuan Pilkada langsung ini setahuku yaitu agar rakyat bisa bebas memilih pemimpin yang diinginkanya, kepentingan rakyat bisa diakomodir oleh pemimpin pilahannya, dan mencari pemimpin yang berkompeten untuk memimpin suatu daerah. Lhaa yang terjadi sekarang mungkin masih jauh dari cita-cita tujuan diadakannya Pilkada langsung itu, mengenaskan!!

Pilkada yang ada di Indonesia ini sekarang berubah menjadi Pilkadal!!yang aku artikan sebagai sebagai sarana untuk mengkadali rakyat oleh orang-orang yang punya ambisi dan kepentingan untuk meduduki jabatan basah didaerahnya itu.Praktik money politik dimana-mana, intimidasi, black campaign merajalela, hingga kerusuhan akibat pra dan pasca pilkada sepertinya bukan menjadi suatu hal yang aneh lagi. Sampai sesama sodara kandung harus beradu jotos bahkan saling bunuh karena beda pilihan dalam Pilkada, miris bukan??

Pilkada(l) adalah milik orang berduit, siapa yang menyiapkan dana yang lebih besar untuk memenangkanya menjadi orang nomor satu di daerahnya, dialah pemenang dalam Pilkada(l), itulah yang kebanyakan terjadi di negara kita ini. Partai yang seharusnya menjadi jalur seleksi untuk mendapatkan pemimpin yang kompeten dan didukung rakyat, sekarang juga masih kalah dengan kepentingan seseorang(berduit) dan golongannya, bukan lagi memihak kepentingan rakyat secara menyeluruh. Sehingga produk2 calon kontestan pilkada bukanlah orang yang terbaik yang seharusnya menempati kedudukan itu.

Banyak orang yang sudah malas, cuek bahkan antipati dengan yang namanya politik, termasuk pilkadal(l), menurutku itu ngga menyelesaikan masalah. Ajakan: pilahlah pemimpin terbaik dari yang buruk2 itu, golput tidak menyelesaikan masalah!!Kesadaran dan kedewasaan berpolitik bagi seluruh elemen bangsa ini merupakan cita-cita mulia yang harus dicapai demi terciptanya indonesia yang lebih baik.

Aku cinta Indonesia…!!!

Merdeka atau mati!!

bendera.gif

Teriak lantang “Merdeka atau matai” sudah ngga kita denger lagi dijaman sekarang, kita sudah enak ngga usah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari para penjajah. Sebuah pertanyaan besar buat diri kita selaku generasi penerus bangsa, “apa yang sudah kita lakukan buat negara?!?”. Aku sendiri pasti bingung ketika ditanya seperti itu, gimana dengan sodara jika diajukan dengan pertanyaan yang sama?!Renungkanlah….

Terbanglah Garudaku

Hmm.. tidak sia-sia, biar lagi meriyang plus besoknya ujian, tapi semalem tetep nonnton Ponaryo Astaman dkk bertanding dan ‘Garuda Menang’. Wahhh suatu kebanggan bwt seluruh masyarakat indonesia tentunya. Disaksikan, didukang dan didoakan lebih dari 70 rb pasang mata di stadion GBK dan berjuta pasang mana yang melihat dari depan layar televisi, akhirnya Indonesia mencatat kemenangan penting 2-1 atas Bahrain di grup D piala Asia, dilaga pembukaanya. Setelah sekian lama tim sepak bola kita tidak bisa membanggakan para penggilanya, dengan daya juang yang tinggi Timnas kita bisa menjawab keraguan bisa mengalahkan Bahrain yang diatas kertas lebih diunggulkan.

Ini kandang kita!! begitulah slogan yang di gaungkan para pendukung Timnas, untuk membangkitkan semangat pantang menyerah tim kesayangannya. Tak dipungkiri kalau dukungan dari penonton dan posisi sebagai tuan rumah bagaikan tim kita bermain dengan 12 pemain. Sora-sorai dari suporter yang tanpa henti memberi dukungan terbukti ampuh melecutkan daya juang darah Garuda-garuda punggawa timnas. Apalagi suporter timnas tidak lagi memakai atribut tim keaderahan yg berlaga di Liga Indonesia, tapi mereka bersatu dan bersama-sama mendukung Indonesia dengan smangat ‘Indonesia Unity‘. Kemenangan ini juga tak lepas dari kejelian pelatih(dan timnya), iming-hadiah,  serta doa&dukungan seluruh masyarakat Indonesia tentunya.

Ke depan tugas BP dkk makin berat, lawan yang akan dihadapi adalah tim kuat dengan tradisi juara(3 kali juara piala Asia) serta langganan Piala Dunia. Tapi hitungan diatas kertas bisa berbeda dengan keadaan dilapangan nantinya, berikan kami kemenangan atas Arab Saudi, seperti kau kalahkan Bahrai, Garudaku…Kami semua seluruh masyarakat indonesia akan mendukung dan mendoakanmu.

Terbanglah Garudaku, raih prestasi tertinggi, jadilah Juara!!! 

 

 

3.500 untuk keliling Jakarta

Jakarta!!yang katanya kota metropolis, kota penuh impian, harapan dan kota yang kejam dan banyak lagi predikat yang disandang kota yang merupakan ibukota negara kita Republik Indonesia tercinta, yang sudah lama sekali aku kesana sewaktu masih masa-masa SPMB dulu *arrgghhh* sekarang rupanya sedang giat berbenah diri. Salah satu yang baru dari Jakarta adalah Transjakarta-Busway , armada transportasi yang digadang-gadang sebagai solusi masalah kemacetan yang sudah akut dan hampir sekarat. Hanya dengan Rp. 3.500,- kita sudah bisa berkeliling jakarta sa’ kemenge untuk sekedar jalan jalan atau memang biasa menggunakan jasa busway untuk aktifitas sehari-hari, tanpa harus bolak balik membayar tiket, cukup sekali pas masuk halte.

Saat kemarain aku melakukan pendakian gunung Gede-Pangrango, aku harus transit dulu ke kota yang sudah kelebihan jumlah penduduk itu. Sekembalinya turun gunung, hasrat mencicipi busway tak terkendali pengen segera aku salurkan, sebab berngkatnya ga bisa naik bus bergambar garuda itu. Biar dibilang basbang, katrok, ndeso atau apalah yang penting dah pernah naik busway, yang bilang pun belum tentu pernah naik busway hehehe naik busway aja bangga!. Padahal kemarin pas naik, buakannya seneng malah susah!!gimana engga susah dengan barang bawaan tas carrier dipunggung yang beratnya bikin pegel-pegel punggung selama 3 hari itu, trus harus lima kali ganti bis dari Kampung Rambutan ke Grogo, apalagi saat ngantri di halte pas jurusan yang dituju ramai peminatnya, fuiiihh cabe deh…!

 

Busway dimata tR@ju:

1. bisnya enak, nyaman, sejuk ngga kaya kebanyakan bus-bus umum di Jakarta yang lain.

2. dengan fasilitas dan sistim bayar sekali itu, Rp. 3.500,- menurutku harga yang murah.

3. busway ngga cocok untuk orang dengan barang bawaan berat (misal tas gunung segede gaban), dengan jarak jauh dan harus ganti bus beberapa kali, apalagi orangnya belum mandi lagi pengalaman pribadi

4. Perlu ditambah lagi koridor2 busway bila perlu seluruh Jakarta dan armada bisnya pun perlu diperbanyak lagi, biar puas..puas…

5. jalan ataupun jembatan penyebrangan menuju halte busaway membawa berkah juga bwt pedagang asongan, pengemis, anak jalanan.

6. haltenya panas, padahal sudah ada AC-nya